Slider Batik Garut Batik Garutan Hari Jadi Garut
              Login | Register Thursday, 21 Sep 2017  WIB

Artikel Batik


Mengapa Batik Tak Bisa Menuntut Hak Cipta?

20 July 2011 10:11
KOMPAS.com - Batik memang sudah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda sejak 2009 lalu. Namun dalam kenyataannya, motif batik masih rentan ditiru atau diakui oleh pihak lain. Tak usah menyebut negara lain, sesama pengusaha batik pun bisa saja meniru atau mengambil inspirasi dari batik buatan pengusaha lain.

Kalau sudah begini, mengapa para pembatik tidak mendaftarkan batiknya untuk mendapatkan hak atas kekayaan intelektual (HaKI)? Salah satu contoh, dari 53 macam motif batik asli Bantul atau Bantulan, belum satu pun yang mengantongi sertifikat HaKI (baca artikel ini). Staf Ahli Bupati Bantul Bidang Perekonomian, Yahya, usai membuka temu usaha batik di Rumah Budaya Tembi, akhir November lalu, mengatakan bahwa mereka memang belum fokus ke HaKI.

"Fokus kami masih pada mengatasi kendala pemasaran batik. Batik Bantul harus bersaing dengan batik dari luar daerah seperti Pekalongan, Kulon Progo, Solo, dan Sleman. Belum lagi masuknya batik murah produksi China dan Malaysia," katanya, seperti dikutip harian KOMPAS.

Meski belum memiliki HaKI, ujar Yahya, Bantul tidak khawatir motifnya dijiplak daerah lain atau perajin lain. Baginya, motif batik adalah seni yang sulit ditiru.

Namun Nur Cahyo, pemilik Batik Cahyo di Pekalongan, punya pendapat lain.

"Kalau motif batik itu tidak bisa didaftarkan, karena orang biasanya hanya menjiplak alurnya. Kalau bentuknya sudah dibelokkan sedikit, tidak bisa dibilang menjiplak," tuturnya pada Kompas Female, saat kunjungan ke balai kerjanya Desember lalu. Desainer Edward Hutabarat, yang bekerjasama dengan PT Kao Indonesia untuk mengampanyekan "Cintaku Pada Batik Takkan Pernah Pudar", mengiyakan ucapan Cahyo tersebut.

Meskipun begitu, pendaftaran batik tetap dilakukan oleh pengusaha batik. Hanya saja, yang didaftarkan adalah merek, bukan motif. Seperti merek Batik Cahyo, misalnya, yang sudah lima tahun terdaftar.

"Saling intip-mengintip (motif) itu biasa, kok. Toh, setiap orang punya ciri khas. Dari segi pewarnaan saja, tidak mungkin bisa sama," tukasnya.

 

http://female.kompas.com/read/2011/01/21/17223511/Mengapa.Batik.Tak.Bisa.Menuntut.Hak.Cipta


Share |

◄ Kembali ◄            ◄ Kirim Ke Teman ◄            ◄ Cetak Print ◄

 

Shopping Cart

No Items

Yahoo! Online Chat

Iman Maulana


Kamaludin Somantri


Gallery :
Batik Tulen
Jl. Ciledug Gg. Kp. Sisir No. 528 RT. 05 / IX
Kel. Regol Garut Jawa Barat 44114

E - Mail : sales@batikgarutku.com

Update Pengiriman

23 November 2012 - Daniel Sugiharto
Batik Garut - Jakarta
9 September 2012 - Destri
Batik Garut - Jakarta
8 February 2012 - Ibu Lucky Hernawati
Rolade, Koknet, Lereng Eneng Seling Bunga Hijau, Melati Ring Turkis, Melati Ring Toska & Ungu - Malang
5 February 2012 - Ibu Ike Rahmawati
Batik Garut Semi Tulis - Tulis Lereng Keris Biron & Domba Garut Hitam Toska - Bandung
28 January 2012 - Ibu Dewi Rosalina, SH
BG1502 - Batik Garut Semi Tulis - Daun Peteuy Seling Bunga - Sidoarjo
Copyright © 2011 by intimediaglobal.com, Batik Garut Asli. All Rights Reserved